UMMUL MUKMININ SHAFIYAH BINTI HUYAI

UMMUL MUKMININ SHAFIYAH BINTI HUYAI

Beliau menjadi salah satu Ummahatul Mukminin yang berasal dari Bani Israil. Berkepribadian baik, cantik, cerdas, ahli shodaqoh merupakan sifat beliau yang patut jadi panutan. Ayahnya adalah salah satu Ulama’ terkenal yahudi yang mengetahui akan datangnya seorang nabi akhir zaman akan tetapi tidak mau mengimaninya dan akan SELALU membuat permusuhan dengan Rasululloh. Akan tetapi takdir berkata lain UMMUL MUKMININ SHAFIYAH BINTI HUYAI akhirnya menjadi tawanan dan menikah dengan Rasululloh. Bagaimanakah perjalanan
beliau menemukan islam, simak disini yuk:

NASAB DAN PERJALANAN HIDUPNYA

Nasab Shafiyah RA adalah Shafiyah binti Huyai bin Akhtab bin Syu’ah bin Ubaid bin Ka’ab, silsilahnya akhirnya akan sampai pada Nabi Harun AS. Sedangkan Ibunya bernama Barrah binti Samau-al. Jadi Syafiyah Radhiyallohu ‘anha masih keturunan seorang Nabi.
Beliau dilahirkan pada tahun ke-9 Sebelum Hijrah.
Sebelum bertemu dan menikah dengan Rasululloh, Shafiyah Radhiyallohu ‘anha terlebih dulu menikah dengan Salam bin Misykam. Akan tetapi pernikahannya tidak berlangsung lama yang berakhir dengan perceraian. Kemudian beliau menikah lagi dengan Kinanah bin Abu Huqaiq yang berakhir dengan terbunuh saat terjadi perang khaibar.

KELUARGA UMMUL MUKMININ SHAFIYAH BINTI HUYAI 

Keluarga UMMUL MUKMININ SHAFIYAH BINTI HUYAI merupakan keluarga terpandang. Ayahnya yang seorag ulama’ terkenal dari kalangan yahudi sudah sejak lama mengetahui bahwa akan datang seorang Nabi penyelamat di akhir zaman. Dan akhirnya Alloh memperkenankannya bertemu dengan Nabi Muhammad SAW pada perjanjian Hudaibiyah di Madinah. Saat telah bertemu dengan Rasululloh bukan kegembiraan yang terpancar dari wajahnya. Akan tetapi rasa kekecewaan yang begitu dalam karena Nabi yang dilihatnya dalam kitab taurat tidak berasal
dari Bani Israel.

Karena rasa kecewanya yang sangat dalam itu Huyai bersama kaumnya mengajak suku Quraisy untuk bekerja sama memerangi Rasululloh. Dan peperangan itu dikenal dengan Perang Khaibar. Dengan Izin dari Alloh akhirnya Perang Khaibar dapat dimenangkan oleh kaum muslimin. Huyai beserta kaumnya semua terbunuh, tinggallah para wanita yang menjadi tawanan perang.

MENIKAH DENGAN RASULULLOH DAN WAFATNYA

Sebelum akhirnya menjadi seorang tawanan perang. Shafiyah Radhiyallohu ‘anha sebenarnya telah mengetahui kebenaran akan datangnya Rasululloh sebagai penuntun menuju jalan yang benar dan beliau meyakininya. Dan ketika menjadi seorang tawanan perang, Dahyah mendatangi beliau karena perintah Rasululloh untuk mencarikan seorang tawanan perang perempuan. Akhirnya Shafiyah Radhiyalluhu ‘anha berhadapan dengan Rasululloh. Dan saat itu Rasululloh melihat ada lebam di pipi beliau bekas tamparan suaminya. Beliau menceritakan kepada Nabi asal muasal lebam tersebut. Semua berawal karena Shafiyah RA menceritakan mimpinya dimana beliau seakan melihat rumahnya didatangi bulan yang sangat terang. Mendengar itu suaminya tahu bahwa yang dimaksud adalah akan datangnya Rasululloh di kehidupan Shafiyah Radhiyallohu ‘anha dan menamparnya.

Kemudian Rasululloh memberikan pilihan untuk Shafiyah Radhiyallohu ‘anha. Jika beliau mau memeluk islam maka beliau bisa mendapatkan Rasululloh dan bila tidak maupun beliau bisa kembali ke kaumnya bani israil. Dan permintaan Rasululloh diterimanya dengan senang hati yakni UMMUL MUKMININ SHAFIYAH BINTI HUYAI masuk islam dan menjadi istri Nabi Muhammad SAW.

Masuklah Sayidah Shafiyah ke dalam Rumah Nabawiyah, menjadi salah satu istri Rasululloh yang dijamin masuk surga. Gejolak dalam rumah tangga pasti ada apalagi beliau yang diketahui keturunan dari yahudi. Hingga suatu hari Rasululloh melihat beliau menangis dan mendekatinya. Rasululloh menanyakan mengapa beliau menangis. dengan terisak beliau menjawab bahwa Ummul Mukminin Hafshah binti Umar memperoloknya bahwa beliau adalah putri keturunan yahudi.

Dengan lembut Rasululloh memberikan jawaban untuk tidak menangis dan bersedih. Rasululloh berkata ”Sesungguhnya keturunanmu adalah Nabi Harun AS, pamanmu adalah Nabi Musa AS dan suamimu adalah Nabi Muhammad SAW, sungguh engkau di garis keturunan Nabi”.
UMMUL MUKMININ SHAFIYAH BINTI HUYAI meriwayatkan sekitar 10 hadits Rasululloh SAW, dan beberapa orang meriwayatkan dari beliau. Beliau wafat pada masa Khalifah Mu’awiyyah pada tahun 50 H dan saat itu berusia 59 tahun. Beliau dimakamkan di Baqi’ disamping istri-istri Nabi yang lain.

Demikian kisah Sayidah Shafiyah semoga dapat menjadikan teladan bagi kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

X