6 Tips Memasak Dasar Ala Chef Profesional

6 Tips Memasak Dasar Ala Chef Profesional

Chef atau juru masak identik dengan hidangan mahal. Padahal sejatinya seorang koki adalah mereka yang andal dalam mengolah segala jenis bahan makanan menjadi sajian lezat. Sebagai contoh nasi yang terlampau lembek. Di tangan juru masak profesional, bahan tersebut bisa diselamatkan sehingga tak terbuang sia-sia.

Butuh waktu bertahun-tahun untuk mempelajari beragam trik memasak yang baik dan benar. Perbedaan koki amatir dengan chef profesional terletak pada keterampilan yang dimiliki. Tenaga profesional mengetahui aneka kiat memasak yang mampu membuat citarasa makanan lebih
sedap. Sebagai contoh, waktu yang tepat memasukkan bumbu agar terserap sempurna ke dalam masakan, cara memotong daging atau ikan, dan sebagainya. Lantas apa saja tips memasak sederhana dari para koki profesional?

1. Pastikan Pisau Tajam

Pisau adalah salah satu peralatan memasak utama. Seorang chef profesional akan senantiasa memastikan ketajaman pisau yang digunakan demi menghemat waktu serta mendapatkan hasil potongan sempurna. Juru masak profesional selalu mengasah pisau sebelum ketajamannya berkurang. Pisau yang tumpul tidak cuma sulit digunakan, tapi juga dapat merusak bentuk bahan makanan yang hendak dipotong.

2. Mencicipi Masakan

Kebiasaan mencicipi makanan di depan umum atau secara langsung, pertama kali diperkenalkan oleh chef asal India bernama Sanjeev Kumar dalam acaranya yaitu Khana Khazana. Tindakan yang semula menuai kritik tajam ini, kini malah menjadi tren di kalangan juru masak profesional. Mencicipi masakan membuat seorang koki mengetahui kekurangan pada sajiannya. Dengan demikian, juru masak bisa menghidangkan menu bercitarasa sempurna.

3. Sangrai Rempah-rempah

Sudah menjadi rahasia umum bahwa menyangrai rempah-rempah adalah cara agar bumbu tersebut menjadi lebih harum dan memiliki rasa yang kuat. Bahan yang biasa disangrai yaitu ketumbar, merica, kemiri, dan sebagainya. Dalam menyangrai sebaiknya gunakan api kecil sehingga tidak gosong.

4. Mengeringkan Pisau

Setelah pisau digunakan dan dicuci, hendaknya jangan langsung disimpan atau diletakkan dalam kondisi basah. Mengeringkan pisau akan menghindarkan benda ini dari karat.

5. Menggoreng di Minyak Panas

Pernahkah ketika menggoreng, daging atau ikan malah menempel di penggorengan? Bagi orang yang tak terbiasa memasak, hal ini kerap terjadi. Nah, guna menghindarinya Anda harus memastikan minyak yang digunakan benar-benar panas, jadi daging maupun ikan tidak akan menempel di wajan serta memiliki tekstur yang kriuk. Perlu dicatat bahwa ketika memanaskan minyak, gunakan api besar. Setelah ikan atau ayam masuk ke penggorengan, baru kecilkan api agar matang sempurna. Untuk menggoreng ayam diperlukan waktu sekitar 15 menitan, sementara ikan hanya butuh kurang lebih lima menit agar benar-benar matang.

6. Hindari Teflon Antilengket

Saat memanggang ikan atau daging, Anda pasti menginginkan tekstur kulit luar yang crispy. Sayangnya hal tersebut tidak dapat terwujud bila Anda menggunakan teflon antilengket. Lapisan antilengket yang terdapat di wajan, merupakan penyebab kulit ikan dan daging tetap lembek. Jadi disarankan untuk menggunakan teflon biasa ketika memanggang dan pakai teflon antilengket saat menggoreng telur maupun membuat
pancake.

Untuk menjadi seorang juru masak profesional dibutuhkan tekad dan semangat dalam mempelajari berbagai trik memasak. Anda bisa menerapkan beberapa tips di atas untuk mendapatkan hasil masakan yang lebih baik. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

X